Sumber Gambar & Data: yufidstore.com

Mulia Dengan Manhaj Salaf

Deskripsi

Perkembangan dakwah Salafiyah di Indonesia cukup signifikan. Bertambahnya pondok pesantren, menjamurnya sekolah Islam terpadu, dan sarana-sarana dakwah lainnya baik melalui media cetak (buletin, buku) dan elektronik (radio, sosial media, televisi). Suatu hal yang patut disyukuri. Jika bukan dengan pertolongan Allah Tabaraka wa Ta’ala, rasanya tidak mungkin, mustahil jika dakwah ini diterima. Dan nyatanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala kokohkan para da’i yang mengajak kepada kebenaran.

Istilah Salaf seakan menjadi rebutan. Seolah harga mati yang prestigious. Akhirnya muncul pro dan kontra. Buku ini mengajak Anda untuk mengenal ‘Apa Itu Manhaj Salaf?’ tanpa terkesan menggurui. Ditulis oleh Syaikh Abu Fat-hi Yazid bin Abdul Qadir Jawas رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى. Seorang penuntut ilmu yang sudah lama malang melintang di dunia dakwah, aktifitasnya hanya belajar dan mengajar. Subhanallah, semoga Allah memberikan petunjuk bagi kaum muslimin melalui beliau dan memberkahi dakwahnya.

MAKNA SALAFIYYAH
Adapun Salafiyyah, maka itu adalah nisbat kepada manhaj salaf, dan ini adalah penisbatan yang baik kepada manhaj yang benar, dan bukan suatu bid’ah dari madzhab yang baru. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan madzhab Salaf dan menisbatkan dirinya kepadanya, bahkan wajib menerima yang demikian itu darinya berdasarkan kesepakatan (para ulama) karena madzhab Salaf tidak lain kecuali kebenaran.”

Istilah salaf bukan istilah baru. Istilah tersebut sudah digunakan sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salaf tidaklah menunjukkan kepada satu golongan, tetapi menunjukkan kepada orang-orang yang berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman yang benar. Karena umat ini sudah berpecah belah dan yang selamat pemahamannya hanya satu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ بَنِى إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى


“Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya, “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu yang mengikuti pemahamanku dan pemahaman sahabatku.”
HR. Tirmidzi

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, dan untuk mendengar serta taat (kepada pimpinan) meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya, barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian (para sahabat), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidun sepeninggalku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian.”
HR. Abu Dawud dan Tirmidzi

Info Tambahan:
Berat 1200 gram
Dimensi 16 x 24 cm
Halaman 594 halaman
Sampul Hardcover

Penulis

Yazid Bin Abdul Qadir Jawas

Penerbit

Pustaka At-Taqwa

Beli Buku

Cari Buku Terkait

Perhatian
Sebelum memesan, ada baiknya Anda mengkonfirmasi ulang judul, penulis, dan penerbit buku ini kepada pengkaji untuk memastikan kesesuaian dengan materi kajian.

Perusak Mental Anak

Hati anak-anak di waktu kecilnya itu seperti kayu yang masih berumur muda, masih menjadi ranting, warnanya hijau, siap untuk dibentuk dan diarahkan. Namun ketika umurnya…

Ada Apa Dengan Riba?

Transaksi riba saat ini menjadi sesuatu yang seakan lumrah di masyarakat. Untuk menjadikannya hal yang wajar, para pelakunya mengganti istilah tersebut menjadi bunga, Seakan harum…

Al Firqotun Najiyah

Buku ini membahas berbagai permasalahan-permasalahan penting yang berisi ajakan kepada kaum muslimin untuk bertauhid secara murni dan menjauhkan dari dari kesyirikan-kesyirikan yang banyak tersebar di…

Prinsip Hidupku

Menjadi pribadi yang sempurna mungkin tidak akan tercapai, namun sebagai seorang mukmin, kita selalu dituntut untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dari hari ke…